* Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,
“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.
Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]
Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]
* Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyalla hu ‘anhu- bertutur, “Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]
Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]
* Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya, Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”..[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].
* Pengaduan Seekor Onta
Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya. Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”..
Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]
* Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:
Abu Hurairah-radhiyalla hu ‘anhu- berkata, “Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]
* Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]
* Semut Memberi Komando
Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,
“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba- Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).
Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin
Diambil dari www.almakassari. com
Entri Populer
-
Rasa hati deg-degan adalah wajar bila laki-laki medapat perhatian dari lawan jenis, apapun bentuknya dan sekecil apapun bentuk perhatian. Li...
-
FLV merupakan salah satu format video yang populer sekarang ini. Digunakan untuk streaming video yang dipakai oleh layanan video sharing sep...
-
Bagi Si Pembawa Ember, mencari uang berarti memikul ember sudah sulit merubah pandangan hidupnya (mind set-nya) , tidak ada cara lain yang l...
-
Sebelum menjalankan ibadah Ramadhan, ada beberaa hal yang perlu dipahami. Di antaranya : 1. Shaum Ramadhan adalah rukun Islam yang keempat...
-
imageAda menyeruak perhatian yang begitu besar terhadap kekuatan membaca Al-Qur'an, dan yang terlansir di dalam Al-Qur'an, dan penga...
-
Sulit bagiku tuk jatuh cinta Sulit pula bagiku mengucapkan cinta Tapi aku tak mampu membohongi hatiku bahwa sosokmu kian hadir dalam a...
-
Apa perbedaan dari pengobatan cara Alophatik (suatu cara pengobatan yang bertujuan membunuh penyakit dengan menggunakan obat-obatan atau o...
-
Mei lalu, warga Kampung Talunkacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kabupaten Semarang, diberitakan merasa sangat terganggu oleh k...
-
Suatu ketika seorang lelaki mohon kepada Tuhan sekuntum bunga dan seekor kupu-kupu namun Tuhan malah memberinya sebonggol kaktus .... dan se...
-
Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuan...
Total Tayangan Halaman
Rabu, 25 Februari 2009
7 KEAJAIBAN DUNIA DALAM ISLAM
Sabtu, 07 Februari 2009
5 BATU KEAJAIBAN DUNIA

Wave Rock
Hyden, Australia
Gelombang batu seperti ombak ini sudah ada 2.700jt tahun yang lalu menurut peneliti.

Moving Rock
Belum ada penelitian tentang batu ini, dan 1 orang pun belum liat kalo batu ini benar2 berjalan, cuma jejaknya saja yg dinyatakan kalo batu ini bisa berjalan atau bergeser.
Dome of The Rock
Masjidil Aqsha, Yerusalem
Bukti kebesaran Allah SWT batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi'raj sampai kini m asih tetap melayang di udara. Pada saat Nabi Muhammad mau Mi'raj batu tsb ikut, tetapi Nabi SAW menghentakan kakinya pada batu tsb, maksudnya agar batu tsb tak usah ikut.
Malin Kun
dang Rock
Pantai Air Manih, Minnagkabau - Padang
Konon, batu ini adalah seorang anak yang dikutuk oleh Ibunya, karena durhaka

Ayers Rock
Uluru Ali ce Spring, Australia
Batu yang bisa berubah warna mengikuti cuaca, kadang orange, hitam, biru dll
DOME OF ROCK

Iseng-iseng browsing, ternyata menemukan salah satu keajaiban dunia, yang disembunyikan oleh bangsa israel..Keajaiban itu bisa disebut The Rock (Dome of The Rock). Batu itu adalah Batu Pijakan Nabi Muhammad SAW yang merupakan Bukti kebesaran Allah SWT. Batu tersebut terletak Di tengah-tengah Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Dome of the Rock), dan berukuran kurang lebih 13,8 x 17 meter, batu tersebut seolah-olah tergantung di udara. Subhannallah…!!
Batu itu adalah batu bekas tempat duduk Nabi Muhammad SAW di masa beliau melaksanakan Isra Mi’raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Konon pada saat Nabi Muhammad akan ber-mi’raj, batu tersebut ingin ikut, tetapi segera beliau menghentakan kakinya pada batu itu, maksudnya agar batu tersebut tak usah ikut. Batu gantung ajaib itu berada dalam masjid Umar (Dome of The Rock) di Lingkungan Masjidil Aqsha di Jerusalem. (diambil dari pontianak post 1 januar 2009)
7 KEAJAIBAN DUNIA BARU
Salah satu dari 7 keajaiban dunia baru berikutnya adalah Machu Picchu di Peru. Machu Picchu adalah kota berlapis emas yang dibangun di ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut, menantang gunung-gunung.
Seperti dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin, Machu Picchu dibangun sekitar 1440 Masehi oleh pendiri kerajaan Inca Pachacutec Yupanqui. Machu Picchu merupakan simbol komunitas dan dedikasi.
Machu Picchu berarti ‘gunung tua’ dalam bahasa Indian setempat. Berdiri berabad-abad di tengah rimba Amazon, di hulu Sungai Urubamba.
Machu Picchu menarik perhatian internasional ketika pertama kali ditemukan kembali oleh arkeolog Amerika Hiram Bingham pada tahun 1911. Muncullah berbagai teori mengenai puing-puing kota yang berdiri di atas perbukitan itu.
Beberapa peneliti percaya Machu Picchu adalah makam Pachacutec, karena terdapat bangunan-bangunan yang dilapisi emas. Beberapa peneliti lain berteori Machu Picchu adalah ‘Ilacta’ atau kota untuk mengontrol ekonomi daerah-daerah taklukan dan melindungi para bangsawan Inca.
Teori lainnya adalah Machu Picchu sebagai ‘vila’ para pembesar Inca, sekaligus sebagai tempat upacara pengamatan musim dan astrologi. Siluet gunung (Huayna Picchu atau ‘gunung muda’) yang berada di latar belakang Machu Picchu menunjukkan hidung orang Inca yang melihat ke langit.
Machu Picchu ini bertingkat-tingkat, semakin tinggi tingkatannya, semakin tinggi tingkat kekuasaan orang yang menempatinya. Di tempat tertinggilah tempat para pendeta Inca mengadakan upacara menghormati matahari setiap harinya. Di wilayah itu terdapat sebuah batu seukuran piano yang disebut sebagai ‘intihuatana’ (tempat tambatan matahari). Batu ini sebagai jam matahari.
Machu Picchu memiliki lahan pertanian yang luas untuk ditanami jagung, koka, dan mawar.
Bukti menunjukkan Machu Picchu ditinggalkan Inca ketika Spanyol memasuki daratan Amerika Selatan. Namun para ahli menduga wabah cacarlah yang menyebabkan Machu Picchu ditinggalkan. Lebih dari 50 persen populasinya terbunuh akibat wabah itu pada tahun 1527.
Pemerintahan Inca pun jatuh, perang saudara berkecamuk. Ketika penakluk Spanyol Pizzaro tiba di Cuzco pada tahun 1532, Machu Picchu keburu menjadi kota hantu di atas awan.
Colosseum, Saksi Pertarungan Berdarah Manusia Vs Hewan Buas
Film “Gladiator” yang dibintangi Russel Crowe bukanlah mengada-ada. Pada suatu masa yang lalu, pertarungan berdarah antara manusia dengan hewan buas merupakan tontonan menyenangkan.
Ketika kesenangan dan penderitaan menjadi satu. Colosseum merupakan jawabannya. Saat seorang manusia diadu dengan hewan buas hingga salah satunya tewas berdarah-darah, 50 ribu manusia lainnya tertawa-tawa menyaksikannya.
Seperti hasil polling yang dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin, Colosseum masuk dalam 7 keajaiban dunia baru dari 21 finalis.
Gedung pertunjukan besar atau amphitheatre ini memang merupakan simbol kesenangan dan penderitaan. Colosseum berada di Roma, Italia.
Bangunan bernama asli Flavian Amphitheatre ini didirikan oleh Raja Vespasian dan terselesaikan oleh anaknya, Titus. Tahun pembuatannya ada dua versi, yakni 79 sebelum masehi dan 70-82 sesudah masehi.
Colosseum merupakan tempat penyelenggaraan pertunjukan yang spektakuler 5 jenis pertarungan selama ratusan tahun. Diperkirakan ribuan orang maupun binatang mati dalam pertunjukan di Colosseum.
Kelima pertarungan itu adalah pertarungan antara binatang (venetaiones), pertarungan antara tahanan manusia dan binatang, eksekusi tahanan (noxii), pertarungan air (naumachiae) dengan cara membanjiri arena, dan pertarungan antara gladiator (munera).
Pembangunan Colosseum saja sudah cukup sadis dan berdarah-darah. Ahli sejarah Dio Cassius mengatakan, 9.000 hewan buas terbunuh pada 100 hari sebagai perayaan peresmian dan pembukaan Colosseum. Lantai dari arena Colosseum tertutupi oleh pasir untuk mencegah agar darah-darah tidak mengalir kemana-mana.
Colosseum berukuran tinggi 48 meter, panjang 188 meter, lebar 156 meter, dan luas seluruh bangunan sekitar 2,5 hektar. Arenanya terbuat dari kayu berukuran 86 x 54 meter dan tertutup oleh pasir. Bentuk elips atau bulat dari Colosseum gunanya untuk mencegah para pemain kabur ke arah sudut dan mencegah para penonton berada lebih dekat dengan arena pertunjukan.
Colosseum masih digunakan sampai tahun 217, meskipun telah rusak terbakar karena disambar petir. Bangunan ini diperbaiki pada tahun 238. Permainan gladiator berangsur-angsur dihentikan umat Kristen. Empat gempa bumi pada tahun 442, 508, 847, dan 1349 merusak Colosseum.
Tembok Cina, Kuburan 5 Dinasti untuk Ribuan Pembuatnya
Tembok Cina diumumkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru. Selain kokoh dan menawan, tembok tersebut ternyata berfungsi sebagai kuburan. Loh?
Konon, ribuan pekerja yang tewas dalam pembuatan tembok tersebut juga dikubur dalam bangunan tersebut. Tembok terpanjang di dunia ini dibuat selama berabad-abad, bahkan hingga 5 dinasti. Wajar saja jika ribuan orang meninggal dalam pembuatan tembok.
Seperti hasil polling yang dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin, Tembok Cina masuk dalam 7 keajaiban dunia baru. Tembok Cina merupakan simbol perlindungan dan terus menerus.
Tembok Cina merupakan benteng pertahanan saat Dinasti Yan, Zhao, dan Qin yang konon adalah satu-satunya bangunan di bumi yang bisa dilihat dari bulan, meski banyak yang ilmuwan yang tidak setuju.
Seperti halnya naga raksasa, Tembok Cina membentang menelusuri pegunungan, gurun, padang rumput yang membentang sepanjang 6.700 km dari timur ke barat Cina. Tingginya 8 meter. Lebar bagian atasnya 5 meter, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 meter.
Setiap 180-270 meter dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 meter. Lebih dari 2000 tahun, bangunan tersebut hingga kini masih berdiri kokoh. Tembok ini juga merupakan tembok terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia.
Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di zaman berbagai kaisar. Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya dibangun pertama kali pada zaman negara-negara berperang. Kaisar Qin Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya.
Sepeninggal Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali di zaman Dinasti Sui, terakhir dilanjutkan lagi di zaman Dinasti Ming.
Bentuk tembok yang sekarang terlihat adalah hasil pembangunan dari Dinasti Ming. Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan. Bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Tiongkok.
Chichen Itza, Sumur Pengorbanan
Jika Anda penonton setia serial X-Files, terdapat satu episode yang berlatar belakang Chichen Itza di Semenanjung Yukatan, Meksiko. Selain mengagumkan, situs ini juga mengerikan.
Hal paling mengerikan dari tempat ini adalah adanya dua cenotes (sumur alami) yang dijadikan tempat menaruh korban persembahan. Kabarnya, suku Indian Maya yang mendiami kota itu mempersembahkan jade, keramik dan bahkan manusia untuk dimasukkan dalam sumur itu.
Seperti dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin, di saat kekeringan melanda, suku Maya akan mengorbankan gadis-gadis muda untuk dimasukkan hidup-hidup ke dalam sumur itu. Chichen Itza merupakan simbol pemujaan dan ilmu pengetahuan.
Peran sumur itu begitu penting karena di Semenanjung Yukatan tidak terdapat sungai. Satu-satunya sumber air ketika kekeringan melanda adalah dari sumur-sumur itu.
Nama Chichen Itza pun berarti ‘di bibir mata air rakyat’ dalam bahasa Indian setempat. Dengan demikian, Chichen Itza berkembang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi kebudayaan Maya.
Chichen Itza didirikan raja suku Toltec bernama Quetzalcoatl yang datang ke Semenanjung Yukatan bersama pasukannya. Saat itu suku Maya sudah berdiam di daerah tersebut, kemudian bersama-sama suku Toltec, mulai membangun berbagai kuil yang menyerupai piramid.
Dengan demikian, periode puncak dari Chichen Itza merupakan campuran kebudayaan Toltec dan Maya. Salah satu kuil terbesar yang didirikan adalah Kukulkan. Berdasarkan legenda Maya, Kukulkan merupakan Dewa Ular Berambut jelmaan dari Quetzalcoatl.
Kuil Kukulkan berupa piramid bertangga, dengan teras-teras. Di setiap sisi piramid segi empat itu terdapat anak tangga menuju puncak. Di puncak terdapat jalan masuk menuju ruangan Mahkota batu Jaguar Raja Kukulkan, yang dicat merah dan bintik-bintik hijau lumut.
Di Chichen Itza ini juga terdapat sebuah lapangan permainan yang mirip dengan permainan bola basket masa kini. Permainan ‘pok ta pok’ yakni melemparkan bola melewati sebuah lingkaran di dinding 7 meter di atas tanah. Kapten dari tim yang pertama kali berhasil menembakkan bola akan dipenggal kepalanya sebagai persembahan untuk dewa-dewa.
Pada tahun 1221, pemberontakan pecah. Atap-atap kayu, pasar dan kuil-kuil ksatria dibumihanguskan. Kekuasaan atas Yukatan pun berpindah ke Mayapan, sampai penakluk Spanyol datang.
Petra, Kota di Dinding Batu
Salah satu dari 7 keajaiban dunia yang baru adalah Petra. Bagi yang belum mengenalnya, Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania.
Seperti dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin, Petra adalah kata dari Bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.
Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.
Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir.
Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air. Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Hari ini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.
Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Arab kuno. Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah.
Pada tahun 106 M, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Sekitar 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda.
Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman moderen, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan!
Taj Mahal Cinta Abadi Sang Raja
Taj Mahal dikenal sebagai contoh karya arsitektur muslim India. Selain itu, Taj Mahal dikenang sebagai lambang cinta abadi Kaisar Shah Jahan untuk istrinya Mumtaz Mahal. Taj Mahal merupakan simbol cinta dan hasrat.
Seperti dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin, Taj Mahal dibangun kaisar Mogul kelima itu antara tahun 1631-1648 untuk mengenang istrinya, Arjuman Bano Begum, atau lebih dikenal sebagai Mumtaz Mahal.
Awalnya, Shah Jahan hanya menyebut masjid itu sebagai makam Mumtaz Mahal, namun akhirnya berkembang menjadi Taj Mahal. Taj Mahal jika diterjemahkan berarti ‘Istana Mahkota’, sebuah perluasan dari nama Mumtaz Mahal yang berasal dari Persia.
Mumtaz Mahal meninggal di usia 39 tahun, ketika melahirkan anak ke-14 pada tahun 1631. Kematian sang permaisuri ini membuat sang raja begitu berduka.
Sebelum meninggal, Mumtaz berpesan ‘ingin dibuatkan makam yang tak pernah disaksikan dunia sebelumnya untuk mengenangnya’. Jadilah Jahan kemudian mengerahkan 20 ribu tenaga kerja menunaikan pesan istrinya itu.
Bahan bangunan didatangkan dari seluruh India dan Asia tengah dengan menggunakan 1.000 gajah. Berdirilah kubah utama setinggi 57 meter.
28 Batu-batuan indah dari berbagai wilayah di Asia digunakan. Batu pasir merah dari Fatehpur Sikri, jasper dari Punjab, jade dan kristal dari Cina, batu pirus dari Tibet, lapis lazuli dan safir dari Srilanka, batubara dan batu kornelian dari Arab dan berlian dari Panna. Lantainya pun terbuat dari pualam yang bercahaya dari Makrana, Rajasthan.
Tak seperti makam Mughal lainnya, taman Taj Mahal berada di depan makam. Latar belakang Taj Mahal adalah langit, sehingga Taj Mahal terlihat begitu gemerlap dengan warna. Komposisi bentuk dan garisnya pun simetris sempurna. Taj Mahal benar-benar simbol cinta dan sayang!
Kristus Penebus, Melihat Hamba dari Puncak Gunung
Dengan tangan terentang dan terbuka, Christ Redeemer berdiri di puncak Gunung Corcovado. Patung Kristus Penebus ini menghadap ke kota di bawahnya bak senantiasa melihat hamba-hambanya.
Seperti hasil polling yang dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin, Patung Kristus Penebus masuk dalam 7 keajaiban dunia baru dari 21 finalis. Patung ini merupakan simbol penerimaan dan keterbukaan.
Patung yang berada di Rio de Janeiro, Brasil ini merupakan patung Yesus Kristus dengan gaya arsitektur Art Deco.
Simbol umat Kristen ini memiliki tinggi 38 meter di puncak Gunung Corcovado berketinggian 710 meter di Taman Nasional Hutan Tijuca.
Gagasan pembangunan patung muncul pada pertengahan 1850-an. Saat itu imam Katolik Pedro Maria Boss meminta dana dari Putri Isabel untuk membangun sebuah monumen keagamaan yang besar.
Namun Putri Isabel tidak tertarik. Ide pembangunan patung itu terlupakan hingga 1889 saat Brasil menjadi negara republik. UU mewajibkan pemisahan gereja dari negara.
Ide kedua dicetuskan pada 1921 oleh Keuskupan Agung Rio de Janeiro. Keuskupan Agung mengorganisir acara Minggu Monumen untuk menarik para penyumbang, yang kebanyakan berasal dari kaum Katolik Brasil.
Christ Redeemer didesain oleh Heitor da Silva Costa dan dipahat oleh Paul Landowski asal Prancis. Butuh 5 tahun membangun patung ini dari beton dan batu. Jalan kereta api pun dibangun untuk membawa potongan-potongan besar patung ke puncak gunung. Patung diresmikan pada 12 Oktober 1931.
Bagi yang mau melihat patung ini dari dekat, harus menaiki 220 anak tangga. Namun pada 20 Januari 2003 telah dibangun lift dan eskalator. Jadi tak perlu bersusah payah lagi.
Patung hampir serupa dibangun di puncak Bukit Fatucama, Dili, Timor Timur pada 1996, namanya Patung Kristus Raja. Patung ini merupakan simbol peringatan integrasi Timor Timur ke Indonesia. Ketinggiannya 27 meter untuk melambangkan 27 provinsi Indonesia saat itu. Namun kini patung tersebut milik Timor Leste, setelah Timor Timur lepas dari Indonesia. (detikcom/g/r)
PETRA CITY OF ROCK
Uji Nyali di Atas Keledai saat Mendaki Seribu Anak Tangga
Jordania,- Mengunjungi kota kuno Petra tak lengkap rasanya jika belum sampai ke Al-Dayr atau biara di puncak bukit. Untuk mencapainya, pengunjung harus melalui ribuan anak tangga sepanjang tiga kilometer. Jika berjalan kaki butuh waktu 3 jam, berapa lama jika naik ”taksi”?
Catatan DOAN WIDHIANDONO, Petra, Jordania
SAYA menghampiri salah seorang pemilik ’’taksi’’. Dia seorang anak kecil yang berbahasa Inggris cukup lancar. Sangat membantu saya yang nul puthul (sama sekali tidak paham) bahasa Arab. Bocah itu berumur 12 tahun. Namanya Aid Audyah Aid. Sebagai pemuda keturunan suku Beddouin, leluhur Aid sudah menghuni kawasan tersebut belasan abad.
Hari itu, Jumat (28/12), Aid libur. Maka, di kawasan itu pun terlihat belasan anak lain yang ikut menjaga ’’taksi’’. Mereka berbaur bersama pemuda-pemuda yang juga memegang ’’taksi’’.
Jangan bayangkan taksi itu adalah sedan mulus. Taksi di kaki gunung menuju biara itu tak beroda empat, tapi berkaki empat. Taksi itu tidak punya tulisan taxi di puncaknya. Namun, taksi itu bertelinga panjang dan berekor. Bukan kuda, taksi ala Petra adalah keledai!
Karena itu, masalah argo harus diselesaikan sebelum penumpang melompat ke punggung keledai. Aid minta JD 30 (Rp 396 ribu). Saya tawar JD 25 (Rp 330 ribu). Deal! Lalu melompatlah saya ke punggung taksi berbulu hitam tersebut.
Saya memutuskan naik keledai untuk menghemat waktu 2-3 jam mendaki ke biara. Kata orang, naik keledai hanya perlu waktu sekitar satu jam. Mereka memang betul. Perjalanan dengan keledai jauh lebih cepat. Tapi, setidaknya bagi saya, perjalanan itu jauh lebih menakutkan.
Bukan hanya lantaran keledai tersebut terasa kecil dan ringkih. Namun, perjalanan itu begitu mendaki. Kadang ada belokan curam dan berputar balik dengan kemiringan hingga sekitar 60 derajat. Di beberapa sudut, jalan tampak berpasir licin. Di kanan-kiri jalan sempit itu, kerap dijumpai jurang dalam yang menganga.
Kadang, keledai yang saya tunggangi terasa seolah-olah mau masuk jurang. Tak jarang binatang itu rasanya ogah mendaki. Jalannya terasa lambat dan mengangguk-angguk. Beberapa kali ia berhenti di bibir jurang untuk mengambil ’’camilan’’ berupa semak-semak.
Bagi saya, mengerikan sekali menaiki keledai yang seolah-olah jalannya nggak fokus tersebut. Bayangan bahwa keledai adalah binatang yang bodoh begitu menghantui saya. Tentu tak lucu jika saya harus masuk jurang bersama keledai. Orang pasti bertanya-tanya, siapa yang bodoh? Keledainya atau yang mengendalikan?
Oh ya, keledai yang saya naiki memang tidak dikendalikan. Saya hanya duduk di punggungnya sembari berpegangan rapat pada sadel. Aid, pemilik keledai, berlari-lari di belakang keledai. Bocah kecil itu hanya berteriak-teriak sambil memukuli pantat keledainya.
Di tengah-tengah ketakutan, saya bertanya, mengapa keledai itu tidak dikendalikan? ’’Donkey knows the way,’’ kata Aid seraya tersenyum, seolah menertawakan ketakutan saya.
Benar juga. Meski tak dikendalikan, keledai tersebut tahu jalan mana yang harus diambil. Dia bisa menghindari jalan curam, memilih tanjakan yang landai, hingga menapaki anak tangga yang tak licin. Dulu jumlah anak tangga memang lebih dari seribu. Kini yang benar-benar bisa disebut anak tangga cuma sekitar 700.
Perjalanan dengan keledai memang lebih cepat. Di jalan sempit itu berkali-kali keledai saya menyalip rombongan turis yang berjalan terengah-engah. Tak sampai satu jam saya sudah tiba di puncak bukit di atas Wadi al Qattar.
Di puncak bukit yang relatif sepi turis tersebut Al Dayr atau biara berdiri. Seperti bangunan lain di Petra, Al Dayr dipahat di dinding cadas berwarna merah. Tingginya 48,3 meter dengan lebar 47 meter. Itu membuat biara menjadi monumen terbesar di Petra.
Interior biara berupa bangku panjang dari batu dan sebuah altar. Saat kejayaan bangsa Nabatea, biara dipakai sebagai tempat acara religius. Pada masa Bizantium, bangunan itu dipakai