goresan demi goresan ku torehkan..
sempat terfikir bagiku..
untuk apa ini semua
hanya goresan-goresan sampah..
kepala memecah
mencoba menelisik tiap tiap kata indah
semu, paradoks, metafora..
ah.. entahlah..
goresan kertas yang memuakkan
tapi….
disitu…
ku coba percayakan stiap apa yang kurasa tercurah
huaah….
malas sangat
tak ada yang bisa benar benar mengerti
jiwaku psikisku
selalu tercekam keadaan sekitar
mencoba menjadi asik dalam kebersamaan
mencoba menjadi tegar saat dalam kesedihan
kucoba sembunyikan keluh kesah
ku hanya ingin mereka tau…
aku…
aku bahagia..
aku senang…
aku tersenyum riang..
Tapi…
smakin kurasakan…
Hancur…
remuk…
Oh Tuhan…
berikanlah hambaMu yang hina ini kekuatan..
ku ingin menjadi bidadari surgamu
menari di atas keindahan sang permadani
keindahan dan kekekalan cintaMu
berikan kekuatan dalam stiap hela nafasku
ku ingin menghadapMu
mohon ampunan padaMu
Oh Tuhan…
Hatiku sakit…
Terasa sangat menyeluruh
sesak dadaku…
tak mampu ku kembali padaMu
Ampuni aku Tuhan…
ku kan coba kembali ke jalan CintaMu
Entri Populer
-
Rasa hati deg-degan adalah wajar bila laki-laki medapat perhatian dari lawan jenis, apapun bentuknya dan sekecil apapun bentuk perhatian. Li...
-
FLV merupakan salah satu format video yang populer sekarang ini. Digunakan untuk streaming video yang dipakai oleh layanan video sharing sep...
-
Bagi Si Pembawa Ember, mencari uang berarti memikul ember sudah sulit merubah pandangan hidupnya (mind set-nya) , tidak ada cara lain yang l...
-
Sebelum menjalankan ibadah Ramadhan, ada beberaa hal yang perlu dipahami. Di antaranya : 1. Shaum Ramadhan adalah rukun Islam yang keempat...
-
imageAda menyeruak perhatian yang begitu besar terhadap kekuatan membaca Al-Qur'an, dan yang terlansir di dalam Al-Qur'an, dan penga...
-
Sulit bagiku tuk jatuh cinta Sulit pula bagiku mengucapkan cinta Tapi aku tak mampu membohongi hatiku bahwa sosokmu kian hadir dalam a...
-
Apa perbedaan dari pengobatan cara Alophatik (suatu cara pengobatan yang bertujuan membunuh penyakit dengan menggunakan obat-obatan atau o...
-
Mei lalu, warga Kampung Talunkacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kabupaten Semarang, diberitakan merasa sangat terganggu oleh k...
-
Suatu ketika seorang lelaki mohon kepada Tuhan sekuntum bunga dan seekor kupu-kupu namun Tuhan malah memberinya sebonggol kaktus .... dan se...
-
Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuan...
Total Tayangan Halaman
Senin, 17 Agustus 2009
GORESAN KERTAS YANG MEMUAKKAN
Jumat, 06 Maret 2009
MUTIARA KATA
Cita-Cita Terbesar Dalam sebuah perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan.
Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyikapi segala rahasia dalam kehidupan ini.
Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detak jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan.
Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam mensikapinya. Ada yang berjuang untuk melewatinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang ia punya.
Apa rahasia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.
Jumat, 27 Februari 2009
SUARA HATI
Ada kalanya kita harus diam. Ada kalanya kita harus membuka mulut. Menentukan momen yang tepat untuk keduanya bukanlah perkara yang gampang. Diperlukan sejumlah perhitungan dalam menakar rasa dan mengolah kata demi mendapatkan padanan yang pas untuk menyuarakannya. Diperlukan sejumput intuisi untuk menciptakan sinergi antara ucapan dan suara hati. Dan, yang paling penting diperlukan sebuah keberanian untuk secara sederhana menyampaikannya.
Hati. Selamanya penuh misteri. Tak pernah terpikirkan olehku bahwa selama ini akulah hambamu. Monolog suci yang biasa kamu lakukan, tak jauh beda dengan khotbah para kiai. Kadang bertutur, kadang melantur. Semuanya melebur dalam sebuah paket komplit. Tak jarang terasa manis. Seringnya berasa pahit.
Seberapa manisnya suaramu sekalipun pahit yang sering terbisik, di relung hatiku yang paling dalam, aku secara ikhlas mendengarkan. Mengikutimu. Karena yang kutahu, engkau benar adanya. Engkau tak pernah berbohong. Apalagi merajut benang-benang kemarahan yang menunggu digugah oleh nafsu.
Kamu. Selamanya tentang kamu. Sekelumit dirimu yang selalu menjajah hatiku. Manusia misterius yang sulit ditebak. Walaupun aku tahu ini bukan teka-teki dan bukan pula sebuah permainan, dirimu selalu menyisakan pertanyaan. Pertanyaan yang tidak wajib dijawab tapi senantiasa memaksaku dan mendudukkan tubuh ini untuk sejenak merenung, memikirkan secuil jawaban yang pantas kau dapatkan.
Aku bukan budak. Aku bukan hamba. Segalanya mengalir begitu adanya. Sejumput katalis kuperlukan untuk merengkuh sejengkal impian bersamamu. Engkau yang di sana. Aku di sini. Segalanya tampak absurb untuk dikatakan. Namun indah untuk dipikirkan.
Kata. Wujud misterius dalam dirimu akan selalu menyembulkan tanda tanya. Kau menjadikan yang tak tersuarakan menjadi tersampaikan. Sekalipun tak mudah baginya untuk menguraikan makna. Setidaknya ada wakil yang meneruskan suaraku untuk sampai di lubuk hatinya. Sekalipun samar-samar.
Namun semua hanya mimpi. Suara itu masih aman di peraduannya. Tak sempat berbisik, apalagi mengusik. Mengibarkan sejuta angan yang takkan terucap. Ia hanya akan menjadi suara hati yang tak pernah tersampaikan.
Selamanya.
Rabu, 25 Februari 2009
TAK SEKEDAR MALAM
Kenapa Tuhan semesta alam raya ini menciptakan malam? Jawabnya mudah. Karena Beliau tahu segala kelemahan kita sebagai manusia. Manusia pasti memiliki rasa lelah, penat, dan letih. Tidak bisa dipungkiri bahwa superman itu tidaklah ada. Semua manusia di muka bumi ini apapun jabatannya, berapapun kekayaannya, pasti mmebutuhkan istirahat.
Sederhana memang. Tapi terkadang manusia terlalu sombong untuk mengakui kelemahannya. Terlalu ujub membanggakan kekuatan dirinya. Manusia seringkali merasa bahwa derajatnya di atas manusia yang lain, sehingga terjadilah anarkisme, kanibalisme, dan kapitalisme. Manusia memakan manusia. Seolah-olah merekalah penguasa dunia. Padahal seandainya Tuhan Yang Maha Agung memberikan “sedikit” peringatan, pastilah manusia itu tidak akan mampu menerimanya.
Itulah fungsinya malam. Malam adalah momen refleksi buat kita, manusia. Malam adalah saat memuhasabahi -mengevaluasi- kinerja kita selama satu hari. Apakah kita ini masih menjadi manusia yang berbudi? Ataukah kita ini ternyata hanyalah sampah? Tidak berguna bagi siapapun? Masihkah layak kita ini disebut manusia?
Malam, dengan segala keindahannya meyiratkan sebuah petunjuk bagi manusia untuk selalu memahami, bahwa kelemahan dan kekurangan adalah mutlak dimiliki. Tidak ada Superman di dunia ini. Tidak ada seorangpun yang memiliki kesempurnaan di seluruh penjuru bumi ini. Malam telah berbicara kepada kita umat manusia, untuk selalu memperbaki diri setiap saat. Menjadi manusia yang produktif, dan bermanfaat bagi ummat
sumber : http://ahmadyusufismail.wordpress.com.
Rabu, 11 Februari 2009
SURAT CINTA DARI MANUSIA-MANUSIA MALAM
Kami tujukan kepada :
Insan yang tersia-sia malamnya
Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh
Wahai orang-orang yang terpejam matanya,
Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.
Wahai orang-orang yang terlelap,
Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja dibalik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.
Wahai orang-orang yang terlena,
Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu!! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan shalat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan shalat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.
Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,
Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan shalat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? Pedulikah kau pada keluargamu? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu?
Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, "Nuruddin itu kecanduan shalat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, "Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan." Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan shalat-shalat malamku yang penuh kekhusyu'an.
Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Istriku tercinta, Khatun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Allah. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.
Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirullaah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.
Wahai orang-orang yang terbuai,
Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqsa, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Shalahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga shalat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al-Qur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.
Wahai orang-orang yang masih saja terlena,
Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan shalat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Allah memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Allah temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.
Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya,
Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Shalat Istisqa yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atha' As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Shalat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah.
Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini?
Shalat demi shalat Istisqa didirikan, namun hujan tak kunjung datang. Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk shalat Istisqa sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku.
Setelah shalat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo'a :
"Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikit pun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya."
Lalu apa gerangan yang terjadi? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. Do'aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.
Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena do'aku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.
Wahai orang-orang yang masih saja terpejam,
Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan shalatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku."
Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.
Wahai orang-orang yang tergoda,
Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah!."
Hei, sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Allah, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, shalatlah, shalat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.
Wahai orang-orang yang masih terlelap,
Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan? Masihkah? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat? Tidakkah kau tahu, bahwa Allah turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah."
Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,
Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.
Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga...
Wassalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Manusia-Manusia Malam
Semoga kisah orang-orang besar itu menjadi penyemangat kita untuk mengikuti jejak mereka.
Beranda @ KotaSantri.com
MAAFKAN AKU BIDADARIKU
Selasa, 10 Februari 2009
TUHAN SEMBILAN SENTI
buah karya Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.
Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
KONSTRIBUSI BIDADARI
Renungan diri "Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, ia beri aku kaktus yang berduri. Aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik, ia beri aku ulat berbulu. Aku sempat sedih, protes dan kecewa. betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian, kaktus itu berbunga sangat indah sekali dan ulat itu pun berubah jadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi ia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kita sedih, kecewa, terluka, tapi jauh di atas segalanya, ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita". Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang pandai bersyukur atas karunia dari Allah SWT. amin...
Baca Selengkapnya......Sabtu, 07 Februari 2009
TANGAN DAN RAUT SAHABAT
Aku yakin bahwa sebuah persahabatan adalah sebuah tangan yang tak lekang karena jarak dan waktu. Walau ia semuda embun, tak setua senja. Tapi kenapa aku merasa tangan dan rautmu semakin hilang bentuk?
Hujan telah menampakkan wajahnya yang purba. Ia merengkuh gigil yang santun saat warna hijau wajahmu menempel di garis dagu. Adakah kini kau menyimpan dan merawat rautku?
Saat ini, rintik hujan menderas tak mau reda. Saat ini dingin melangut suasana. Saat ini remang cahaya adalah kemah wajah yang tak lelah kurindu; wajahmu.
Tiba-tiba rindu ini kembali bergemeretak lagi di dadaku. Telah kurangkai rautmu, tapi hujan meluluhkannya. Adakah angin kan melesapkan di mimpiku?
Aku mendengar suaramu seperti musim semi, yang rekahnya selalu menyimpang angin sejuk. Adakah ia telah ranum? Sebelum kaumekarkan harummu, kuingin tetap melantun ucap.
MENUNGGU
kenapa menunggu slalu dibilang membosankan??
Tidakkah kita semua sedang menunggu??
Apa pada nggak nyadar??
Saat belum tercipta kita menunggu untuk diciptakan
Dalam kandungan seorang wanita, kita menunggu untuk dilahirkan
Saat masih kecil kita menunggu untuk dewasa
Dan seterusnya
Dan seterusnya
........
Dan apakah kalian bosan dengan itu??
Kalo menunggu itu membosankan
Bukankah itu berarti kita bosan dengan hidup dan mati ini??
.......
.......
.......
Tanya kenapa??????
CHATING DENGAN TUHAN
Ass.wr.wb
Sekedar
untuk menemani di pagi yang mendung ini... saya dapat dari email yang masuk dari Henri Wagiyanto
YUK
CHATING DGN TUHAN
TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU : Memanggilmu? Tidak..Ini siapa ya?
TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.
AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons
(to) Enhance Mental Strength).. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
AKU: Sejujurnya di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah... .
TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?
TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU: Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".
AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan.. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Hanya saja seringkali kamu merasa jawabannya adalah TIDAK.
AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
Jumat, 06 Februari 2009
AKU INGIN
Ketika manusia sudah pandai berpura-pura
Masih memikirkan tentang purnama,
dibalut gelisah pada ukiran hati yang terlena
Dan aku, kau, aku ingin terjebak dalam derita
Biar semua kembali pada keadaan yang semestinya
Dekap aku, bawa aku dalam mimpimu
Rabu, 28 Januari 2009
TITIAN WAKTU
Jilatan surya berlenggak lenggok tunjukkan garangnya
Amarah yang tiada terkendali oleh titian nelangsa
Kelam pastilah datang, usir mentari datangkan rembulan
Hiruk pikuk tendang kehampaan imaji, taburkabn kudis kegalauan
Tak sempat usai, cerita berjalan
Kekang diri dalam suntuk tak terkira
Tiada lagi keindahan………..
Buram, dan kian tenggelam akan ketiadaan
Kusut sudah benang terbentangkan,
Usik semayam, senyum sepekanpun terlupakan
Alangkah cepat siang berganti malam,
Hingga tak terasa, ketuaan dan kematian makin terealisasi
Bangkit adalah pilihan
Seleksi adalah kebijakan
Pelita tetaplah pelita
Tak harus ubah dalam bentuk dan sifat sebenarnya
Kegalauan tak harus terjadi
Kelembaman fikir tak mesti tercipta
Kerinduan adalah impian
Tentang imaji yang tak jua terwujudkan
Aku adalah aku
Dalam suntuk realita kumaki diri
Dalam riang kutulikan diri, meski damba sahaja kunanti
Aku adalah aku, otorita Ilahi yang belum jua mengerti diri
Terlambat, ah tidak juga
Sesat, ah tidak juga
Buram, ah tidak juga
Itulah perlawanan tentangku, karna ku bernafsu
Ku tahu, kuasai diri adalah temali
Inginku dapat tulus sujud kehadiratNya
Inginku bercanda denganNya
Inginku peluk cantik anugrahNya
Dapatkah kuasai diri dalam seribu kendali
Dapatkah tikam keangkuhan diri dengan syukur
Dapatkah selimuti diri dengan lumuran dzikir
Dapatkah………………? Semoga dapat………pintaku
Wahai mentari bersahabatlah denganku !
Duhai rembulan cerialah !
Dan engkau angin buai diri dalam semilirmu !
Hingga penatpun berganti kesahajaan yang tak lagi termampatkan
AKU TERLALU PERASA
Entah aku yang sedikit berubah, atau hanya sebuah transisi dari tradisi yang agak berbeda. Jelasnya semua terasa menjadi lebih kaku, lebih asing di telinga dan sudut pandangku. Tentu aku, kamu, semua pasti berubah dalam kerangkeng waktu. Tapi apa seperasa ini? Ataukah aku yang terlalu perasa?
Baca Selengkapnya......Senin, 26 Januari 2009
KALAU BENAR
kalo benar cinta bukan harus memiliki ... lalu buat apa ada pernikahan dan ada rasa saling cemburu kan lebih enak seperti itu bukan ... ngga ada sebuah keterikatan seperti pernikahan yang harus menanggung sebuah beban yang sangat teramat berat
Baca Selengkapnya......KITA HANYALAH KAWANAN PECUNDANG
kita hanya lah kawanan pecundang
dan sering di pecundangi
bukan berarti kita seorang pengecut
yang hanya bisa diam dalam rasa sakit
dan hanya tau akan kesabaran
wajah kita tidak ganteng
harta tak punya
tapi kita masih memiliki hati
kehidupan bukan hanya sesaat
masih banyak jalan yang harus di pilih
wanita bukan hanya satu untuk di puja
tapi pilih lah salah satu untuk menjadi seorang bunda
jika wanita itu cantik lihat lah hati nya
seberapa besar ke sholehan nya
jika wanita itu pintar pegang lah kata kata nya
seberapa pintar dia bisa menjaga hati nya
jika wanita itu hebat akan kehidupan nya
seberapa hebat keagungan cinta dan kasih sayang nya
MAMPUKAH AKU JADI LELAKI
seorang lelaki bukan mengandalkan bibir
hanya untuk mendapatkan simpati dan empati dari seorang wanita
seorang lelaki bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik
hanya untuk menunjukkan bahwa dia adalah pejantan tangguh
seorang lekaki harus menjadi tempat berteduh
dimana wanita bisa berteduh dalam sebuah kesedihannya
seorang lelaki harus menjadi embun pagi
dimana wanita membutuhkan kesejukkan dari kegundahannya
seorang lelaki harus bisa menempatkan diri dalam 3 dunia
menjadi seorang suami
menjadi seorang sahabat
menjadi seorang saudara
seorang lelaki bukan menjadi ember yang selalu mengobral kata-kata
seorang lekaki bukan menjadi sebuah iklan
dimana semua kejelekan yang dianggap saingan dibuka lebar lebar
yang ternyata dirinyalah seorang pengecut dan pecundang
hanya untuk mendapat kan seorang wanita
dan mengatakan bahwa dirinyalah yang terbaik untuk wanita pujaannya
akan tetapi dalam waktu setahun ke depan ...
dan dalam waktu yang cukup lama apakah bisa menjadi seperti imam ???
FOR ALL
Many people say they want success, yet they are not willing to do what it takes to achieve their desired outcome. I am a believer in Total Success. Total Success requires more then a successful business and a great income. Total Success is about having a balanced life, giving back and enjoying what you do.
In order to achieve Total Success there are specific thoughts and beliefs you must have. There are also certain actions you must take.
Success in anything goes beyond the obvious. Although you need a certain amount of skill and knowledge, your successes will come from the way you think, feel and act, coupled with intense emotion and a steadfast belief in “self.”Banyak orang ingin mereka sukses, namun mereka tidak bersedia untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. I am a believer in Total Success. Sukses total memerlukan lebih dari yang sukses bisnis dan pendapatan yang besar. Sukses total adalah tentang kehidupan yang seimbang, memberikan kembali dan menikmati apa yang anda lakukan.
Untuk mencapai Total Sukses spesifik ada pemikiran dan kepercayaan yang harus Anda miliki. Ada juga beberapa tindakan yang harus diambil.
Sukses berjalan di luar sesuatu yang jelas. Meskipun Anda perlu sejumlah pengetahuan dan keterampilan, maka keberhasilan akan datang dari cara anda berpikir, merasa dan bertindak, digabungkan dengan emosi intens dan sabar kepercayaan "sendiri." Baca Selengkapnya......
BUAT ISTRIKU
Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir rahasia.
Suami yang menikahi kamu, Tidaklah semulia Muhammad SAW.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf.
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh .......
Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya..
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, Yang berusaha menjadi solehah.....
Untuk Bidadariku:"Barokallahu laka wa baroka alaih wa Jama'a bainakuma fii khoir, amiin."
Jumat, 16 Januari 2009
BUAT IBU
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh Lewati rintangan untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
- Anda pasti tahu kelanjutan syair lagu diatas, atau setidaknya pernah mendengar lagu tersebut. Iwan Fals dengan begitu puitis namun gamblang menggambarkan beratnya kehidupan yang harus dijalani seorang ibu demi mendidik dan membesarkan buah hatinya, kita !
Mari hadirkan kembali wajah sang ibu dalam bayangan kita, dengan seizin Allah genangan air mata akan membanjiri kelopak mata yang mungkin sudah sekian lama kita biarkan tak menyapanya. Kerut di pipinya mengisyaratkan kelelahan yang sangat, tenaga yang mulai habis dimakan waktu seolah tak lagi sanggup sekedar mengangkat tubuh rapuhnya. Di bola matanya, nampak jelas guratan berat kehidupan yang telah dilaluinya. Semua itu, dilakukannya hanya untuk kita, yang dicintainya.
Cinta anak sepanjang gala, cinta ibu sepanjang masa. Pepatah yang biasa kita dengar untuk melukiskan betapa kita, anak-anak ibu, tidak akan pernah sanggup membayar (berapapun dan dengan apapun) cinta yang pernah diberikannya. Huwaish al Qorni, sahabat Rasulullah, rasa ingin membalas cinta sang ibu membuatnya rela ingin menggendong ibunya pulang pergi ibadah haji. Bahkan sahabat lain, dilarang pergi berperang bersama Rasul, lantaran tidak ada yang mengurus ibunya yang sudah renta. "rawat dan layani ibumu", perintah Rasul kepada pemuda itu.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun(QS. Lukman:14).
Bahkan dalam ayat lain, begitu tegas Allah menekankan dan mengingatkan kesusahan ibu saat mengandung serta memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada ibu (QS.Al-Ahqaf:15). Ketika Nabi SAW ditanya tentang siapa yang paling patut dihormati dan diperlakukan sebaik-baiknya, Nabi menjawab: "Ibumu". Dan hal itu diulangnya sampai tiga kali, sebelum ia menyebut "bapakmu". Dalam hadits lain yang masyhur, Nabi SAW berkata bahwa surga terletak dibawah telapak kaki kaum ibu.
Dalam perjalanan bersama ibu, perlakuan kasar kerap kita layangkan kepadanya. "Uf", "ah", "cis" menjadi kosa kata yang biasa terlontar dari mulut kotor ini. Tak pernah kita menghargai keringatnya kala menyiapkan sarapan dan makan malam. Andai kita tahu, air matanya tak pernah kering di pertengahan malam, kala ia mengadu kepada Allah perihal anak-anaknya. Bibirnya tak pernah berhenti berdo'a agar kita menjadi anak yang bisa dibanggakan. Tak peduli darah menjadi penghias kakinya demi menghantarkan sang buah hati menggapai cita.
Sekarang, imbalan apa yang diterima ibu dari anak-anak yang mungkin kinipun sudah beranak. Tidak jarang kesibukan kerja dan keluarga membuat kita melupakannya. Bahkan mungkin rasa cinta kepada istri dan anak-anak mengikis habis cinta kepada ibu (tentu cinta kepada Allah dan Rasulullah diatas segalanya). Tak sedikit waktu kita luangkan sekedar untuk tahu keadaannya, meski handphone tak pernah lepas dari tangan.
Sekarang, Kita semakin sombong, seolah tak membutuhkannya. Terlebih saat senang dan berkecukupan. Tak sadar kita, ia begitu ikhlas atas air susu dan keringatnya.
Begitu banyak masalah kehidupan kita hadapi. Terkadang kita mengeluh, putus asa, tidak tahan dengan berbagai cobaan yang menerpa. Tak sadar, semua yang kita alami saat ini sesungguhnya pernah dilalui ibu, dan berhasil !
Kita terlalu lemah, cengeng dan selalu merasa kalah dalam mengarungi bahtera hidup. Padahal sering kita memandang sebelah mata kekuatan ibu yang sudah renta. Tak sadar kita, garis wajahnya jelas-jelas memancarkan kekuatan teramat dahsyat.
Ia hanya ingin melihat anak-anaknya bahagia, meski ia tidak sebahagia yang kita bayangkan. Tak sadar, sesungguhnya kita butuh kembali kepadanya, memandangi keteduhan wajahnya, membelai tangan keriputnya, menciumi kakinya dan meminta do'anya.
Ingin ku dekat dan menangis dipangkuanmu Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku Dengan apa membalas, Ibu