Entri Populer

Follow by Email

Total Tayangan Laman

Senin, 16 Maret 2009

SUSAHNYA NEMU DUIT

Dalam hidup ini, terkadang kita kerap dihadapkan pada masalah menemukan barang orang lain, padahal kita sendiri juga berkeinginan untuk memilikinya. Jangan dikira “nemu” barang atau uang milik orang lain itu enak. Justru menjadi orang yang nemu itu akan menyusahkan kita. Makanya jangan senang menemukan barang atau uang milik orang lain. Jangan dikira itu menguntungkan kita. Namun akan menjadikan beban kita makin bertambah.

Maka dari itu, jika kita memang menemukan barang yang menjadi milik orang lain, berarti kita berada dalam ujian. Lantas bagaimana sikap kita? Yang pertama, umumkan penemuan itu pada orang lain baik secara lisan maupun dengan menempel pengumuman kehilangan. Contohnya: telah ditemukan sejumlah uang, bagi yang merasa kehilangan dapat menghubungi xxxx atau nomor yyyy. Jangan sebutkan jumlah nominal penemuan uang itu! Nah jika nanti ada yang merespon dan menanyakan, maka kita bisa menanyakan kembali pada yang bersangkutan. ”Lha berapa jumlah uangmu yang hilang? Kapan dan dimana uangmu itu hilang? Berujud kertas atau logamkah? Yang ribuan berapa? Yang ratusan berapa?” dan sebagainya.

Tetapi jika sudah diumumkan dan tidak ada yang mengaku kehilangan, maka harta tersebut tidak boleh menjadi harta pribadi dan harus dipergunakan untuk kepentingan umum, misal biaya operasional perawatan masjid atau sejenisnya.

Dengan demikian, kita mengetahui bahwa ”nemu” bukan lantas kita menjadi orang yang beruntung mendapat rezeki, melainkan menjadi pekerjaan bertambah sibuk. Apalagi jika kita menemukan uang lantas hati kita berkata ”wah ini dapat rezeki dari Allah berkat amalan baikku selama ini...” tidaklah demikian semestinya. ”Nemu” itu justru menyusahkan kita. Maka jangan senang menjadi orang yang ”nemu”.

Semoga hal nemu-nemukan ini dapat menjadikan kita paham sehingga menjadi orang yang tidak gemar ”nemu” barang milik orang lain. Akan tetapi jika kita menjadi penemu dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, itu justru bagus. Janganlah maju dalam hal kemusyrikan, tetapi majulah dalam bidang teknologi. Temukanlah teknologi yang dapat mempermudah untuk kemaslahatan umat. Insya Allah akan menjadi orang yang beruntung.
http://www.duadunia.net/


Tidak ada komentar: